Siapa yang tidak tahu dengan tari saman? Bagi sebagian orang teruama masyarakat Indonesia pasti tahu tarian ini. Tari saman berasal dari daerah dataran tinggi Gayo, yakni daerah sekitar Danau Laut Tawar, Provinsi Ace. Tarian ini merupakan yang sudah terkenal hingga ke berbagai mancanegara, bahkan tarian ini dijadikan sebagai tari pembukaan sea games yang mana diadakan di Jakarta-Palembang, Indonesia.

Pada masyarakat Gayo sendiri tarian ini biasa ditampilkan ketika perayaan peristiwa-peristiwa penting di dalam adat masyarakat Gayo. Karena tarian ini berasal dari Gayo, syair yang digunakan pun menggunakan bahasa Gayo. Biasanya nyanyian dan syairnya diawali dengan puji-pujian kepada Allah. Kemudian di lanjutkan dengan salam sapaan kepada khalayak ramai.

Namun, secara umum tarian ini berisi rayuan, nasihat, sentil-sentilan dan gombalan-gombalan yang mana bertujuan untuk menghibur. Sementara itu, tari saman ini memiliki empat macam pola lantai. Pertama, pola lantai horizontal yakni garis lurus sejajar secara horizontal. Keduadan Ketiga Pola lantai vertikal dan pola lantai diagonal.

Sedangkan yang terakhir atau yang keempat adalah pola garis melengkung. Gerakan dari tari saman ini ditampilkan dengan cara duduk rapi dan bersejajar. Gerakan itula yang membuat tarian ini berbeda dengan tarian lainnya yang biasanya melakukan gerakan bebas. Jadi, semua gerakan ini adalah tepukan dan tempo syair yang khas dan istimewa, karena semua berjalan seirama.