Uncategorized

Muntaber pada Bayi : Penyebab, Pencegahan, Perawatan

Penyebab Muntaber pada Bayi

1.    Infeksi Virus dan Parasit

Penyebab paling umum dari virus gastroenteritis pada anak-anak adalah rotavirus, adenovirus, enterovirus, astrovirus dan norovirus. Parasit usus Giardia lamblia adalah parasit penyebab diare yang paling umum.

Virus dan parasit ini dapat disebarkan melalui tangan yang telah menyentuh tinja orang yang terinfeksi virus tersebut. Keduanya juga dapat ditemukan di makanan atau minuman yang diolah dengan sanitasi yang buruk. Proses masuk ke saluran pencernaan, saat anak-anak memasukkan jari atau benda-benda yang kotor atau saat orang tua menyiapkan makanan dengan kondisi tangan kotor.

Memberikan vaksin rotavirus, yang telah terbukti melindungi anak-anak dari 85% hingga 98% penyakit parah akibat rotavirus. Ada juga vaksin hepatitis A yang secara universal direkomendasikan untuk semua balita usia 12 hingga 23 bulan.

Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah keluar dari toilet, setelah mengganti popok, setelah merawat anak yang diare, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan terutama setelah menangani daging mentah.

Cuci pakaian yang terkena diare dengan deterjen dan pemutih klorin. Jika permukaan kamar mandi terkontaminasi tinja, bersihkan dengan pembersih berbahan dasar klorin.

2.    Infeksi Bakteri

Makanan yang belum dimasak hingga matang atau belum disimpan dengan benar dapat menumbuhkan bakteri seperti Campylobacter, Salmonella atau E. coli menghasilkan bahan kimia yang mengiritasi yang disebut racun.

Selalu masak semua daging secara matang menyeluruh dan simpan sisa makanan dalam lemari es. Jangan pernah minum susu yang tidak dipasteurisasi atau air yang tidak diolah.

Gunakan pisau dan talenan yang berbeda untuk memotong daging mentah, sayuran mentah, dan buah-buahan. Bersihkan meja dapur, peralatan dapur dan peralatan makan dengan sabun.

Perawatan Bayi Muntaber

  1. Untuk mencegah dehidrasi, pastikan anak Anda untuk minum banyak cairan. Jika anak Anda mual atau muntah saat minum, berikan dalam volume yang sedikit namun dengan waktu yang lebih sering.
  2. Berikan makanan berkuah yang lembut dan ringan di perut. Untuk sementara hindari makanan berlemak dan manis.
  3. Jangan berikan obat anti diare tanpa konsultasi ke dokter. Obat diare dapat mengganggu kemampuan usus untuk mengeluarkan virus, bakteri, parasit, dan racun berbahaya dari tubuh melalui tinja.

Jika anak mengalami dehidrasi parah dan muntaber pada bayi semakin memburuk hingga keluar tinja berdarah bahkan disertai cairan hijau segera bawa ke dokter.