Kenaikan berat badan pada kondisi hamil adalah hal yang sangat wajar dialami oleh bumil. Kondisi ini bahkan kerap bertambah seiring dengan usia kandungan. Untuk itu, para ibu seringkali banyak melirik diet mayo setelah melahirkan karena memiliki hasil yang memuaskan. Lantas, apakah diet mayo untuk ibu menyusui boleh dilakukan? Berikut ulasannya.

Mengenal Diet Mayo

Diet mayo memberikan janji penurunan berat badan hingga 7 kg dalam siklus 13 hari. Diet yang sangat terkenal dan banyak diminati ini bahkan sangat membatasi konsumsi karbohidrat dan garam. Pasalnya, para ibu diminta untuk mengkonsumsi sayur yang dikukus maupun dipanggang tanpa menggunakan garam.

Pengurangan karbohidrat secara drastis memang terbukti dapat menurunkan berat badan dengan cepat. Hal ini disebabkan oleh habisnya glikogen yang dimiliki oleh tubuh. Akibatnya, tubuh akan memfungsikan lemak sebagai sumber energi utama yang digunakan. Diet ini bahkan dapat menyerap protein sebagai sumber energi ketika tubuh belum mendapatkan karbohidrat.

Bahaya Diet Mayo

Diet mayo dengan hanya membutuhkan waktu selama 13 hari tentu membutuhkan aturan yang ketat dalam membatasi makanan. Pengurangan karbohidrat dan garam dalam kegiatan ini bahkan dapat berdampak pada tubuh yang mulai melemah karena kekurangan tenaga. Bahkan, tubuh yang kekurangan tenaga ini juga dapat mengganggu aktivitas dan rentan terkena penyakit.

Begitu pula, dokter juga tidak menyarankan melakukan diet mayo untuk ibu menyusui. Aturan tidak mengkonsumsi berbagai makanan membuat tubuh ibu hanya dapat mengonsumsi protein yang dapat diperoleh dari sayuran yang dimasak tanpa garam. Tentunya, nutrisi yang dihasilkan oleh ASI juga akan berkurang ketika tubuh kekurangan nutrisi.

ASI merupakan nutrisi utama yang dibutuhkan oleh bayi. Perkembangan dan pertumbuhan bayi yang pesat juga sangat dipengaruhi oleh kondisi kualitas bayi. Tentunya, nutrisi yang berkurang akibat diet mayo juga dapat berdampak pada pertumbuhan fisik dan psikis bagi yang tidak bisa berjalan dengan optimal.

Parahnya lagi, diet ini juga dapat mempengaruhi kondisi kesehatan antara ibu dan bayi. Kekurangan karbohidrat dan pembatasan kalori yang berdampak pada nutrisi ASI seringkali membuat bayi tidak mau lagi mengkonsumsi ASI dari ibu. Hal ini tentu dapat berdampak pada berat badan bayi yang semakin menurun.

Berat bayi yang semakin menurun tentu dapat mengganggu masa pertumbuhan si kecil. Kondisi tersebut juga bisa membuat sistem imun si kecil menurun pula. Bahkan bayi akan menjadi lebih rewel, mudah menangis, dan selalu gelisah. Hal berbahaya lainnya yang dapat disebabkan oleh kondisi seperti ini yaitu mudahnya bayi terserang berbagai jenis penyakit.

Masa menyusui membutuhkan nutrisi yang banyak untuk menghadirkan produksi ASI yang berkualitas. Tentunya, diet mayo sangat tidak disarankan untuk ibu menyusui karena memiliki dampak negatif sebagaimana pemaparan di atas. Kendati demikian, ibu menyusui tetap bisa melakukan diet yang aman dengan menyeimbangkan kebutuhan nutrisi dan rutin berolahraga.