Budidaya

Manfaatkan Lahan 3×4 Meter, Yuk Intip Cara Budidaya Jamur Tiram Mudah Bagi Pemula

 

Lahan terbatas tampaknya tidak menjadi alasan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan sedikit menggunakan kreatifitas, bahkan lahan yang berukuran sekitar 3×4 meter dapat disulap menjadi tempat membudidayakan jamur tiram. Alasan memilih tiram untuk dibudidayakan, lantaran tingginya peminat serta proses budidayanya cukup mudah dilakukan. Agar dapat panen dengan hasil melimpah, berikut tips membudidayakannya.

Tips Mudah Membudidayakan Tiram di Lahan 3×4 Meter

  1. Menyiapkan Bibit Tiram Unggul

Sebelum memulai proses budidaya, hal pertama yang perlu dilakukan tentu saja mencari bibit tiram unggulan. Meski terkesan sepele, pemilihan bibit tidak bisa dilakukan dengan gegabah karena akan berdampak pada keberhasilan budidayanya sendiri. Agar tidak salah pilih, tidak ada salahnya bertanya kepada orang yang sudah berpengalaman di bidangnya untuk mendapatkan bibit terbaik sekaligus mendapatkan ilmu baru.

  1. Menyiapkan Ruang Khusus Pembiakan

Usai menemukan bibit terbaik, maka saatnya untuk membawa bibit tersebut ke lahan yang sudah disiapkan sebelumnya. Tidak peduli berapa luas lahan yang dimiliki, bibit jamur tetap tumbuh dengan subur jika memang kondisi lingkungan serta media tanamnya memenuhi syarat. Khusus untuk pembudidayaan di dalam ruangan, anda hanya perlu menyiapkan rumah rumah berukuran mungil dengan berbagai ukuran.

Apabila memanfaatkan ruangan berukuran 3×4, pastikan dinding terbuat dari anyaman bambu serta dilengkapi dengan ventilasi udara. Selain itu, penting untuk memastikan jika ruangan tersebut tidak terkena air hujan maupun terkena sinar matahari secara langsung. Sebab habitat pertumbuhan jamur tiram memanglah hidup di daerah yang lembab. Setelah itu, siapkan rak dari bambu setinggi 1,5 meter yang akan difungsikan sebagai wadah media tanam.

  1. Membuat Media Tanam

Saat tak tempat meletakkan media tanam telah siap, yang dibutuhkan saat ini hanyalah media tanamnya. Karena anda ingin menanam jamur, maka media tanam terbaik bagi pertumbuhannya yaitu baglog. Sebenarnya baglog sendiri terbuat dari campuran serbuk gergaji kayu, kapur, dan juga bekatul yang kemudian dimasukkan ke dalam plastik. Media tanam inilah yang nantinya akan diletakkan di rak yang sebelumnya dibangun.

  1. Memperhatikan Proses Fermentasi

Sekitar 10 hari sejak dibudidayakan, anda sudah dapat melihat media tanam berubah warna menjadi kecoklatan maupun berwana putih. Secara tidak langsung, kondisi ini mengatakan bahwa jamur tiram tumbuh dengan subur. Tak perlu menunggu lama, batang jamur akan muncul di permukaan dan terlihat bermekaran. Jika sudah demikian, menandakan bila jamur siap dipanen dan dapatkan keuntungannya.

Termasuk bisnis menguntungkan, wajar jika beberapa waktu belakangan bisnis budidaya jamur merebak di tanah air. Hanya dengan memanfaatkan lahan yang tidak terpakai, anda akan mendapatkan sumber penghasilan tambahan. Bahkan proses budidayanya sendiri dirasa cukup mudah, sehingga para pemula pun dapat melakukannya dengan mudah dan jumlah panen jamur pun cukup melimpah.