Belakangan ini sedang banyak sekali orang yang mencari tahu di internet tentang apa itu ISO serta tentu saja apa kepanjangan dari ISO itu sendiri. Hal tersebut wajar kiranya mengingat sekarang ini banyak sekali tempat yang mengatakan telah memenuhi standar ISO atau klaim lain semacamnya. Bagi mereka yang telah mengikuti pelatihan ISO tentu amat sangat mudah menjawab pertanyaan semacam itu, namun tentu berbeda halnya dengan orang-orang yang masih begitu awam dengan hal-hal seputar ISO.

Untuk itulah artikel ini hadir guna memberikan infromasi seputar ISO serta tentu saja kepanjangan dari singkatan ISO itu sendiri. Tetapi guna memudahkan untuk dipahami, maka pembahasan sengaja dibuat sesederhana mungkin serta pada ranah umum saja.

ISO Dan Janis-Jenisnya Yang Perlu Diketahui

Pixabay.com

Kepanjangan dari ISO adalah International Standardization Organization atau dalam bahasa Indonesia yaitu Organisasi Standarisasi Internasional. Ada pula pelafalan dalam bahasa Inggris yang dianggap lebih pas untuk organisasi tersebut yaitu The International Organization for Standardization alias Organisasi Internasional untuk Standarisasi.

Terlepas dari pelafalan mana yang lebih baik digunakan yang pasti ISO adalah suatu organisasi yang memberikan pengaturan standar skala internasional. Tetapi standar dari ISO itu didasarkan pada beragam standar milik berbagai negara di belahan dunia mana pun, pasalnya ISO sendiri diisi oleh banyak sekali wakil dari suatu badan standarisasi nasional yang dimiliki tiap-tiap negara di dunia guna melakukan pengukuran kualitas organisasi.

Selain itu, ISO juga menetapkan spesifikasi skala internasional untuk banyak sekali hal, mulai dari pelayanan, produk, bahkan sampai memastikan standar kualitas dan juga efisiensi. Gampangnya, suatu perusahaan atau bisa juga merek yang sudah mendapatkan sertifikat ISO akan cenderung lebih mudah dalam memenangkan persaingan di pasar global. Sehingga dengan memakai standarisasi dari ISO, suatu organisasi atau lebih mudahnya suatu perusahaan bisa menjamin produk yang mereka hasilkan.

Berbicara mengenai ISO, ternyata standar yang dikeluarkan ada cukup banyak jenisnya. Hal tersebut dapat terjadi karena memang kebutuhan dalam mengikuti perkembangan zaman. Jika standar tidak diperbarui atau lebih tepatnya ditingkatkan, maka percuma ISO ada. Mengenai jenis-jenis ISO yang ada lebih jelasnya dapat dilihat pada pembahasan berikut ini.

  1. ISO 9001

ISO 9001 merupakan jenis ISO yang bisa dikatakan paling banyak diterapkan oleh banyak sekali perusahaan. Pasalnya ISO Jenis ini berkarakter mengedepankan pendekatan pada proses yang tujuannya agar efektivitas manajemen kualitas dapat meningkat.

  1. ISO 14001

Berbeda dengan ISO 9001 di atas, ISO 14001 fokus pada sistem manajemen lingkungan. Aspek-aspek yang diatur dalam standar ISO yang satu ini antara lain penghematan terhadap penggunaan air, pengelolaan limbah yang dihasilkan, penghematan bahan bakar yang digunakan, serta tak ketinggalan soal penghematan energi.

  1. ISP/IEC 27001

Standar ISO yang ketiga ini juga cukup berbeda dibandingkan dengan kedua standar sebelumnya. Karena pada standar ISO ini fokusnya adalah soal standarisasi dalam sistem manajemen informasi. Itulah sebabnya penerapan terhadap standar ISO ini umumnya dilakukan oleh perusahan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.

  1. ISO TS 16949

Jenis ISO terakhir yaitu ISO TS 16949 yang juga banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan. Tetapi perusahaan yang dimaksud lebih spesifik yang bergerak di bidang industri otomotif. Konsep dasar dari standar ISO yang satu ini yaitu perbaikan yang berkelanjutan, kemudian pengendalian terhadap rantai pemasok, dan juga tak ketinggalan tentang tindakan pencegahan.

Manfaat Dari Penerapan Standar ISO

Pixabay.com

Penerapan standar ISO tentu memiliki banyak sekali manfaat, sehingga membuat banyak pihak tertarik untuk menerapkannya. Meski fokus dari jenis-jenis ISO seperti yang disebutkan di atas itu berbeda-beda, tetapi secara umum manfaat yang akan diperoleh sama saja. Adapun manfaat yang kiranya bisa didapatkan dengan menerapkan standar ISO antara lain sebagai berikut.

Pertama, menerapkan standar ISO dapat meningkatkan kredibilitas dari perusahaan, lembaga ataupun instansi yang menerapkannya. Sehingga kepercayaan dari konsumen akan lebih mudah untuk didapatkan nantinya.

Kedua, perusahaan atau pihak yang mempunyai sertifikat standarisasi dari ISO pasti juga mempunyai jaminan kualitas dan juga kredibilitas. Pasalnya, standarisasi dari ISO harus melewati suatu tahap atau siklus yang disebut dengan PDCA. Siklus itu diimplementasikan pada semua jenis industri yang tentunya harus melewati tahapan identifikasi, kemudian analisis, dan juga eksekusi terhadap suatu penyelesaian masalah guna menjamin standar internasionalnya.

Ketiga, suatu perusahaan atau pihak yang sudah mempunyai sertifikat standarisasi dari ISO memiliki kecenderungan untuk lebih dipercaya konsumen. Tentu saja kepuasan para konsumen merupakan hal yang sangat penting karena bakal membuat mereka merasa lebih percaya dan bahkan menjadi pelanggan setia.

Keempat, hemat biaya juga ternyata merupakan manfaat dari diterapkannya standar ISO selanjutnya. Pasalnya ketika terdapat indikasi kinerja dari perusahaan yang menurun, akan langsung dilakukan upaya guna mengantisipasinya. Dengan demikian, pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya pemborosan anggaran terutama yang berhubungan dengan hasil kinerja dan juga produk yang buruk dapat diminimalisasi.

Demikian sedikit informasi mengenai ISO terutama dalam menjawab rasa penasaran banyak orang terhadap apa kepanjangannya. Semoga dengan informasi di atas bukan hanya membuat pembaca menjadi tau kepanjangan ISO, tetapi juga paham akan manfaatnya.