Banyak orang yang pastinya masih asing dengan istilah IUFD, karena memang hal yang satu ini bisa terbilang jarang disebutkan. IUFD sendiri adalah singkatan dari Intrauterine Fetal Death yaitu kondisi kematian janin yang dikandung oleh seorang ibu hamil sebelum dilahirkan maupun ketika sedang menjalani proses persalinan.

Kebanyakan orang menganggap IUFD ini sama dengan abortus alias keguguran, padahal sebetulnya sama sekali tidak sama. Pasalnya kondisi abortus merupakan kondisi dimana kematian janin sebelum berusia 20 minggu. Sedangkan IUFD tentu setelah usia 20 minggu hingga proses persalinan.

Mengingat kondisi IUFD yang jelas tidak diinginkan oleh siapa pun maka tentu saja semua orang terutama ibu hamil harus tau ciri maupun gejalanya. Sayangnya sebagian kasus IUFD dikatakan sama sekali tidak menampakkan tanda atau gejala apa pun. Sehingga IUFD baru bisa diketahui ketika sang ibu hamil melakukan pemeriksaan rutin maupun perawatan antenatal di dokter kandungan.

Meski begitu ada kasus IUFD juga yang menunjukkan gejala nyata, misalnya gejala gerakan janin yang dirasakan oleh si ibu hamil sangat berkurang atau bahkan tidak ada gerakan sama sekali. Di samping itu, ada juga ditemukan beberapa kasus IUFD dimana keluhan dari sang ibu hamil bahwa terjadi perdarahan pada vagina seta nyeri di bagian perut yang terasa begitu hebat.

Itulah mengapa beberapa hal yang dapat membuat IUFD ini terjadi sedang gencar dilakukan oleh berbagai pihak. Tetapi dengan ketentuan si ibu hamil harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu ke dokter kandungan. Pasalnya, pencegahan yang dilakukan amat tergantung dari faktor penyebabnya. Apabila IUFD berpotensi disebabkan oleh sang ibu, misalnya mengidap diabetes atau bisa juga karena mengidap sindrom antifosfolipid, sehingga  penyakit-penyakit itu harus terlebih dahulu diobati sebelum merencanakan untuk kehamilan berikutnya. Lebih lanjut, menjaga berat badan agar tetap ideal serta menghindar dari paparan asap rokok dan sejenisnya juga dapat lebih membantu menurunkan faktor risiko yang dapat menimbulkan terjadinya IUFD di kemudian hari.

Dengan informasi di atas semoga para ibu hamil dapat lebih menjaga diri dan janin yang sedang dikandungnya. Apalagi sudah banyak contoh di luar sana yang dapat diambil pelajaran darinya agar IUFD tidak terjadi.