Uncategorized

Akibat bayi sering menangis

Menangis pada bayi merupakan hal yang wajar, karena sejatinya bayi belum bisa melakukan banyak hal lain selain menangis, tersenyum, tertawa dan bergerak. Sehingga cara untuk mengekspresikan sesuatu misalnya lapar, lelah, ngantuk dan lainnya pada bayi adalah dengan menangis. Namun jika bayi keseringan menangis juga bisa menjadi tanda Tanya dan anda wajib untuk mengetahui dampaknya, untuk itu berikut dampak-dampak yang terjadi jika bayi sering menangis.

Mempengaruhi sikap dan perilaku bayi ketika masa pertumbuhan

Akibat bayi terlalu sering menangis juga dapat berdampak bagi sikap dan perilakunya ketika masa pertumbuhan, menurut penelitian dari Universitas Harvard bayi yang terlalu sering menangis cenderung akan memiliki sikap gangguan konsentrasi, anti sosial atau menarik diri dalam pergaulan dan minim prestasi. Oleh karena itu, jangan pernah disepelekan masalah bayi yang terlalu sering menangis ya daripada berdampak buruk nantinya di kemudian hari bagi tumbuh kembang si bayi.

Memiliki IQ rendah

Terlalu sering menangis pada bayi juga dapat menyebabkan bayi menjadi memiliki IQ yang rendah, penelitian dari Dr. Rao dari National Institut of Health menemukan bahwa bayi yang 3 bulan pertama sering menangis maka akan beresiko memiliki kemampuan motorik yang kurang berkembang sehingga menyebabkan IQ bayi nantinya menjadi rendah.

Membuat bayi kurang mandiri

Membiarkan bayi menangis terlalu lama dan terlalu sering juga dapat menyebabkan pengaruh pada tumbuh kembang si bayi terutama dalam hal kemandiriannya. Bayi yang terlalu sering menangis maka akan cenderung cengeng, agresif, tidak bahagia, banyak menuntut, suka berteriak agar keinginannya dapat terpenuhi.

Timbul rasa tertekan pada bayi

Akibat terlalu sering menangis pada bayi juga dapat menimbulkan rasa tertekan pada bayi, seperti misalnya membuat bayi mudah cemas, kurang responsif terhadap orang lain di sekitar bahkan yang lebih parah lagi jika bayi mengalami perasaan tertekan yang terlalu lama maka akan dapat menyebabkan munculnya distressed tantrum atau gangguan kesehatan mental pada bayi yang tentunya tidak baik untuk tumbuh kembang bayi.