Uncategorized

4 Fakta Tersembunyi dari Sungai Amazon, Sungai yang Bermuara di Samudera Atlantik

Pada tahun 1541, seorang tentara bernama Fransisco de Orellana menyusuri sebuah sungai di Benua Amerika. Sungai tersebut sangat panjang hingga ujungnya sampai tak terbatas, dan ditemukan bermuara di Samudera Atlantik. Sejak ditemukan pertama kali hingga hari ini, Sungai Amazon masih menjadi pusat kehidupan warga Amerika Selatan. Bahkan segala ekosistem disini sangat luar biasa. Sampai ditemukan banyak fakta menarik, apa saja? Simak disini.

Destinasi Favorit Saat Berkunjung ke Amerika

  1. Ditemukan Predator Black Caiman

Berkat ekosistem yang sangat kaya, flora dan fauna yang berada disini memiliki keanekaragaman. Tidak heran apabila banyak ditemukan hewan-hewan buas, dan jarang ditemukan di tempat lain. Selain anaconda dan ikan piranha, Black Caiman menjadi penghuni yang berbahaya bagi manusia. Hewan ini semacam buaya hitam yang merupakan predator paling kejam. Mereka bisa mencabik-cabik mangsanya hingga melumat habis dagingnya.

  1. Ada Lumba-Lumba Warna Pink

Makhluk endemik dari sungai terpanjang ini sangat banyak, bahkan jumlahny sampai tidak terhitung. Salah satu binatang yang paling fenomenal ialah lumba-lumba berwarna pink. Eksistensi mereka menjadi daya tarik paling kuat para wisatawan yang berkunjung. Karena warnanya yang unik membuat Boto benar-benar dilindungi. Uniknya lagi sebenarnya hewan ini berwarna abu-abu, Ia akan berganti warna pink saat sedang merasa gembira dan bergairah.

  1. Punya Kembaran di Bawahnya

Sungai Amazon memiliki kembaran sungai bernama ‘The Hamzah’, sungai bawah tanah yang berada dibawahnya. Nama The Hamzah diberikan sesuai dengan si penemu, Rio Hamza, seorang ilmuwan Brazil. Beliau menemukan sungai tersebut mengalir dengan ukuran sekitar 4 kilometer di bawah tanah. Lebarnya diperkirakan mencapai ratusan kali lipat lebih besar, dibandingkan luas sungai di atasnya.

  1. Banjir Tahunan di Sekitar Sungai

Es Pegunungan Andes akan mencair antara bulan Juni sampai Oktober. Hal ini menyebabkan kawasan Amazon akan meluap air sungainya. Ketika sudah sampai pada batasnya, maka akan membanjiri hutan hujan. Bahkan volume air bisa mencapai 4 kali lipat dari sebelumnya. Oleh sebab itu wisata akan ditutup pada musim ini, karena akan membahayakan para pengunjung.

Pada musim tersebut Afrika akan mengembalikan ekosistem Amazon kembali ideal. Gurun Sahara nantinya akan meniupkan pasir, sehingga sebagiannya akan menjadi kering. Selain itu di hari-hari biasanya, pasir tersebut berguna untuk kesuburan flora dan fauna. Ia akan menjadi sumber mineral yang baik untuk proses pertumbuhan ekosistem.

Menjadi satu-satunya sungai terpanjang di Amerika, membuat Amazon mempunyai banyak sisi menarik di dalamnya. Tidak hanya panjangnya saja yang seolah tak berujung, tetapi beragam flora dan fauna unik ditemukan disana. Oleh karenanya para wisatawan rela mengahabiskan waktu liburan disini. Belum lagi pemandangan hutan hujan yang lebat, membuat para pengunjung terkagum karena keindahannya.